Hari mulai petang, angin berhembus memeluk tubuhku. Pohon-pohon kelapa yang berdiri kokoh nampak melambai-lambai pada mentari yang tak lama lagi tenggelam dalam cakrawala. Aku terdiam. Kutarik nafasku dalam-dalam. Suara deru ombak yang gemuruh membuatku merasa sangat tenang dan nyaman. Tubuhku terasa begitu ringan, seolah-olah saat ini aku terbebas dari jerat kekejaman dunia. Entah bagaimana alam membuatku terlena sehingga aku lupa bahwa saat ini aku tengah menunggu seseorang. Dika. Dia satu-satunya lelaki yang mengerti tentangku. Dia juga yang membantuku bangkit dari keterpurukan mental yang sempat aku alami dulu saat kedua ora...
Selamat datang! itu saja...